Kamis, 02 Juni 2016

MANAJEMEN KARIR

Terminologi Karir (Dessler 2011)
Karir adalah posisi pekerjaan yang pernah diduduki seseorang dalam masa hidupnya.

Manajemen Karir adalah proses meningkatkan kemampuan karyawan dalam memahami dan mengembangkan keterampilan dan minat dalam berkarir, serta menggunakan keterampilan dan minat tersebut seefektif mungkin, baik selama masih bekerja maupun setelah keluar dari perusahaan.

Pengembangan Karir adalah serangkaian aktivitas dalam kehidupan seseorang yang penting untuk eksplorasi, perkembangan, keberhasilan dan pemenuhan karirnya.


Perencanaan karir adalah proses formal untuk :
- meningkatkan kesadaran akan keterampilan, minat, pengetahuan, motivasi dan karakteristik pribadi yang lain.
- mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang dan pilihan karir.
- mengidentifikasi tujuan - tujuan karir
- menyusun rencana tindakan untuk mencapai tujuan - tujuan spesifik.


Karir Dewasa ini
- terjadi resesi, merger, outsoursing, konsolidasi dan perampingan sehingga karyawan harus menemukan kembali (reinvent) dirinya sendiri.
- wanita yang berkarir di bidang profesional dan manajerial meningkat jumlahnya sehingga perlu keseimbangan antara karir dengan keluarga.
- generasi sekarang lebih menyukai sistem kerja yang bisa memberikan kehidupan yang seimbang sehinggal tidak seperti generasi baby boomers yang cenderung fokus pada jabatan dan pemberi kerja.
- aktivitas SDM tidak hanya menunjang kebutuhan perusahaan (pemberi kerja) namun juga memfasilitasi analisi diri dan pengembangan karir.
- perusahaan, karyawan dan manajer memiliki peran dalam merencanakan, memandu dan mengembangkan karir karyawan.


Peran karyawan dalam pengembangan karir :
- menerima tanggung jawab atas karirnya sendiri
- menilai minat, keterampilan dan nilai-nilainya sendiri
- mencari informasi karir dan sumber daya yang diperlukan
- menetapkan tujuan dan rencana karir
- memanfaatkan peluang pengembangan
- berdiskusi dengan atasan mengenai perkembangan karirnya
- menjalankan rencana karir yang realistis

Peran manajer :
- memberikan umpan balik
- memberikan penugasan dan dukungan yang bersifat mengembangkan
- berpartisipasi dalam diskusi pengembangan karir bersama bawahan

Peran perusahaan :
- mengkomunikasikan misi, kebijakan dan prosedur
- memberikan peluang pelatihan dan pengembangan, workshop
- memberikan informasi karir dan program-program karir
- menawarkan jalur karir yang beragam
- memberikan umpan balik


Perencanaan Karir
Karir: perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan, pekerjaan atau jabatan seseorang.

Jalur karir : urutan dari pekerjaan-pekerjaan spesifik yang dihubungkan dengan kesempatan-kesempatan tersebut.

Tujuan Karir : posisi-posisi yang ingin dicapai seseorang dimasa depan sebagai tolak ukur keberhasilan karirnya.

Perencanaan Karir : proses menentukan tujuan karir dan jalur untuk mencapai tujuan.

Pengembangan karir : mencakup peningkatan kemampuan seseorang agar dapat menwujudkan rencana karirnya.

Yang diinginkan karyawan
- keadilan dalam berkarir
- kepedulian atasan dalam pengembangan karir bawahannya
- informasi peluang
- kesesuaian peluang
- mendapat kepuasan

Manfaat perencanaan karir bagi organisasi
1. Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara para pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan dan dengan demikian suplai intenal melalui karyawan dari dalam perusahaan dapat lebih tejamun. Berarti organisasi tidak selalu harus mencari tenaga kerja dari luar organisasi untuk mengisi lowongan yang terjadi karena berbagai hal seperti adanya pekerja yang berhenti, diberhentikan memasuki usia pensiun atau meninggal dunia.

2. Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier para anggota organisasi meumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai. Sika demikian pada umumnya mengakibatkan keinginan pindah ke organisasi berusaha memelihara kepentingan dan memuaskan kebutuhan para anggotanya.

3. Telah umum dimaklumi bahwa dalam diri setiap orang masih terdapat kemampuan yang belum digunakan secara optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari optimal sehingga perlu dikembangkan agar berubah sifatnya dari potensi menjadi kekuatan nyata. Dengan adanya sasaran karier yang jelas para pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif dibarengi oleh perilaku positif sehingga organisasi semakin mapu mencapai berbagai tujuan dan sasarannya, dan para pegawai pun mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

4. Perencanaan karier mendorong para pekerja untuk bertumbuh dan berkembang, tidak hanya secara mental intelektual, akan tetapi juga dalam arti profesional.

Pengembangan karir individual

Peran Individu
– Terimalah tanggung jawab untuk karir Anda sendiri.
– Taksirlah minat, keterampilan, dan nilai anda.
– Carilah informasi dan rencana karir.
– Bangunlah tujuan dan rencana karir.
– Manfaatkanlah peluang pengembangan.
– Berbicaralah dengan manajer Anda tentang karir Anda.
– Ikutilah seluruh rencana karir yang realistic.

Penilaian Diri adalah proses mempelajari diri sendiri terkait dengan hal yang bisa mempengaruhi kerja.

Instrumen Perencanaan karir organisasional
Tahapan :
1. penempatan kerja dan orientasi awal
2. pengamatan atas kinerja karyawan
3. identifikasi
4. menetapkan keputusan karir karyawan

Jenis jalur karir
- keterampilan lateral
- demosi
- agen berkas

Struktur Organisasi
adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagia  serta posisi yang ada pada suatu organisasi / perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan organisasi / perusahaan.

4 elemen kunci
spesialisasi pekerjaan : tugas dalam oranganisasi dibagi-bagi ke dalam tugas tanggung jawab masing-masing pekerja.
sosialisasi : dasar yang dipakai untuk menginformasikan setiap pekerjaan kepada setiap pekerja (proses, produk, pelanggan).
sentralisasi dan desentralisasi : pengambilan keputusan dimasing-masing bagian organisasi / perusahaan.
- formalisasi : pekerjaan diatur dan dikelola

Desain organisasi yang umum
1. Struktur organisasi sederhana : sebuah struktur yang dirancang dengan tingkatan yang sederhana

Kekuatan struktur organisasi sederhana adalah :
o   Pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat
o   Sistemnya (imbalan, pengawasan dll)  tidak rumit  
o   Tidak mahal

Kelemahan dari struktur sederhana adalah:
o    Cenderung berfokus pada pemilik perusahaan
o    Kesempatan untuk peningkatan karir relatif kecil
o    Dibutuhkan kemampuan yang lebih untuk pemilik perusahaan
o    Tidak sesuai untuk organisasi yang besar


2.  Struktur organisasi birokrasi : struktur dengan tugas-tugas birkrasi yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal

Kekuatan utama birokrasi adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Menyatukan beberapa kekhususan dalam departemen-departemen fungsional menghasilkan skala ekonomi, duplikasi yang minim pada personel dan perlatan, dan karyawan memiliki kesempatan untuk berbicara “dengan bahasa yang sama” di antara rekan-rekan sejawat mereka.
Sedangkan kelemahan struktur birokrasi adalah berlebihan dalam mengikuti aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi, kurang inovatif dan birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah diatur dengan jelas cara penyelesaiannya. Artinya, ketika dihadapkan pada permasalahan baru, struktur birokrasi menjadi tidak efisien lagi karena diperlukan aturan-aturan baru untuk menyelesaikan permasalah tersebut.


3. Struktur organisasi matrik : menciptakan wewenang pada masing-masing pekerjaan dan menggabungkan setiap departemen untuk saling bekerja sama dan dalam pengambilan keputusan.

Kekuatan : penyatuan pekerja spesialis yang dapat meminimalkan pekerjaan.

Kelemahan : sulit mengkoordinasi tugas para spesialis, sering menyebabkan kebingungan yang dapat meningkatkan stress karena terdapat peran ambigu.



Fungsi Struktur Organisasi
Bagaimana cara mengatur tanggung jawab setiap pekerja agar jelas dan tidak menimbulkan konflik atau kerugian organisasi.



Kriteria Struktur Organisasi
- Kejelasan kedudukan
- kejelasan uraian tugas
- kejelasan hubungan dengan manajemen dan pekerja lain

Wewenang / authority
(kekuasaan) menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi

Kunci seorang manajer
- wewenang line : perintah langsung ke bawahan
- wewenang staff : perintah dari staff ke personalia
- wewenang fungsional : staff departemen untuk mengendalikan aktivitas departemen lain

Role / Tugas
tugas dalam organisasi : pekerjaan yang diberikan atau sesuatu yang wajib dilakukan dan diselesaikan untuk mencapai tujuan organisasi.

Responsibility / Tanggung Jawab
keharusan untuk melakukan semua kewajiban atau tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai akibat dari wewenang yang diterima / dimilikinya.

Peran dan tanggung jawab manajer pada operasional pusat data
- Peran interpersonal : kepala figur, pemimpin (leader), penghubung (liason)
- Peran informasional : pengawas, penyebar informasi, jubir
- Peran pengambil keputusan : wirausaha, pemedam keributan, pembagi sumber daya, negosiator / perunding

Teamwork

bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen, saling mengerti dan mendukung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar